Sila adalah kelangsungan hidup bagi Buddha Dharma. Buddha membuat sila sebagai dasar untuk berlatih kebajikan.
Anjing Sangsara telah menjalani banyak kehidupan. Beberapa kehidupannya berlangsung lama. Anjing Sangsara tak pernah ingat kehidupannya. Namun kadangkala suara lirih doa mengalun pelan dalam ingatannya dan membuatnya tertegun sesaat.
Bergegaslah dalam kebajikan, halangi batin dari kejahatan. Pikiran yang lamban melakukan kebajikan.
Kereta raja yang indah pun menjadi lapuk. Begitu pula tubuh ini mengalami penuaan. Namun Dhamma orang bajik tak mengalami penuaan
Segala yang dialami didahului pikiran, dipelopori pikiran, diciptakan pikiran. Jika orang berbicara atau berbuat dengan pikiran yang buruk, maka penderitaan akan mengikutinya
Ajaran Buddha sesungguhnya sangat indah, banyak bermuatan ajaran tentang kemoralan dan kebajikan yang patut disuguhkan.
Janganlah memeluk ajaran rendah. Janganlah hidup dengan lengah. Janganlah memeluk pandangan salah. Janganlah melekat pada dunia.
Dhammapada merupakan bagian dari Tripitaka yang memuat banyak intisari ajaran Buddha, mengandung makna dan kearifan kehidupan nyata yang disuarakan oleh Buddha Gotama sejak 2600 tahun silam.