Aku memanggilnya si Kuning. Sesosok perempuan Tionghoa berambut sebahu, dengan wajah rata tanpa mata, hidung, dan mulut, hanya lekukan yang terlihat. Biasanya aku akan ketakutan setiap melihat hantu, tapi tidak kali ini. Mungkin karena wujudnya yang bagus, atau bisa juga karena dia tidak ada usaha untuk menyerang seperti yang biasanya kualami.
Novel ini bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.
Novel ini menceritakan tentang kelanjutan perjuangan Andrea dan sepupu jauhnya, Arai, dalam telah mewujudkan cita-cita mereka untuk bersekolah di Sorbonne, Paris. Selain menceritakan tentang perjuangan mereka untuk menembus beasiswa di Paris dan bagaimana keseharian mereka saat bersekolah di Sorbonne, novel ini juga menceritakan tentang petualangan Andrea dan Arai saat mereka harus mengelilingi…
Ketika penciumanku tertutup, sedangkan mata hati terbuka lebar untuk mereka yang biasa kalian sebut "Hantu".