Buku ini, entah bagaimana, membuat saya memandang dunia, hidup, dan segala sesuatu di sekitar saya, dengan cara yang berbeda. Cerita tentang persahabatan lima anak muda ini yang menjadi tokoh sentral dalam buku ini seakan membuka mata saya, membangunkan "saya" yang lain, yang bukan saya.
Tidak ada yang abadi di dunia ini. Lautan bisa mengering. Gunung bisa rata. Benua terpisah, bersatu, dan terpisah lagi. Apalagi cinta pasangan manusia. Sehebat apapun cinta tersebut, pasti akan berakhir. Waktu akan menelannya.
Bandung, romansa, dan Ra. Hampir di setiap sudut di Kota Bandung menggambarkan kenangan manis yang Hema lakukan bersama Ra, mantan kekasihnya. 6 tahun lebih memadu kasih, tidak lantas membuat hubungan Hema dan Ra berakhir indah.
Tapi semua masalah yang timbul berakhir dengan baik. St. Clare selalu dapat mengubah yang buruk menjadi lebih baik.
Disamping itu, dalam semester ini kelas mereka akan semakin ramai dengan adanya beberapa murid baru yang sifat dan tingkah lakunya berbeda-beda.
Lima Sekawan adalah Julian, Dick, George, Anne, dan tentu saja Timmy! Kemana pun mereka pergi pasti ada petualangan yang seru dan mengasyikkan! Bagaimana mereka memecahkan misteri kali ini?
Lima Sekawan adalah Julian, Dick, George, Anne, dan tentu saja Timmy! Kemana pun mereka pergi pasti ada petualangan yang seru dan mengasyikkan! Bagaimana mereka memecahkan misteri kali ini?
Lima Sekawan pergi kemping dekat rumah seorang ilmuwan terkemuka. Pada suatu hari kertas kerja super rahasia hilang dari rumah ilmuwan itu. Mampukah Lima Sekawan mengungkapkan siapa pencurinya?
Apa yang dikerjakan Paman Quentin di Pulau Kirrin? Dia melarangsiapapun datang ke pulau bahkan juga Lima Sekawan! Tapi dia tidak sendirian di Pulau Kirrin seseorang mengawasi setiap gerak-geriknya.
Siapa ya yang tinggal di bangunan aneh di dekat pondok tempat Lima Sekawan berlibur? Penjaganya bilang tak ada seorang pun disana, tapi Lima Sekawan pernah melihat seraut wajah memandang ke luar dari jendelanya...