Buku ini akan membantu mengubah konsep ikigai yang abstrak menjadi praktik sederhana yang dapat diterapkan oleh siapa saja. Jika konsep ini beresonasi denganmu, mungkin sudah waktunya kamu mengeksplorasi bagaimana melakukan lebih dari yang kamu sukai, yang kamu kuasai, dan yang dibutuhkan dunia sehingga hidupmu terasa lebih berarti dan memuaskan.
Setiap manusia di dunia ini pasti pernah bersedih, tentu saja banyak hal yang melatarbelakangi dan menyebabkan munculnya kesedihan itu, misalnya karena kehilangan sesuatu atau seseorang, dikecewakan, disalahkan oleh orang lain, dianggap tidak ada, diputus cintanya, dibohongi oleh orang lain apalagi orang-orang terdekat, mengalami kegagalan yang bertubi-tubi, dan sebagainya.
Buku ini membongkar rahasia dan strategi yang dipakai orang-orang sukses untuk membuat segala sesuatunya berjalan lancar. Melalui buku ini, Anda akan menemukan rahasia produktivitas dari para pemikir, pemimpin, dan pengusasa terkemuka di dunia.
Tahukah Anda bahwa komunikasi itu ada seninya? Ketika komunikasi menjadi hal yang penting untuk bersaing, pakar komunikasi Oh Su Hyang mengeluarkan buku yang sangat berarti. Selain berisi tentang pengalaman pengembangan diri, buku ini juga membahas tentang teknik komunikasi, persuasi, dan negosiasi.
Menjelang pagi, Bandung berubah menjadi kota yang tak lagi sama. Malam terasa sangat panjang dan lebih mencekam dari kelam. Para bandit, pemadat, tukang judi, bocah geng motor, begundal grafiti, semuanya berkeliaran bak tikus - tikus ketika air got meluap.
Dengan mengombinasikan ilmu filsafat dan psikologi, juga berakar pada nasihat yang praktis dan dapat dicapai, buku ini akan menunjukkan jalan menuju kematangan emosional dan kehidupan yang lebih baik.
Jakarta kerap menjadi pelabuhan bagi mereka yang datang membawa sekoper harapan. Mereka yang siap bertaruh dengan nasibnya sendiri - sendiri. Namun, kota ini selalu mampu melumat habis harapan dan menukarnya dengan keputusasaan.
Semua yang datang pasti akan pergi, siap tidak siap kita pasti sendiri. Buku ini akan menemani kamu melewati fase kesepian, mengajakmu bicara dengan tulus dan jujur di setiap babnya, juga belajar untuk mengerti, dan menyayangi diri sendiri.
Seperti malam-malam lain, aku pulang selepas lembur. Orang-orang di kantor yang sudah menikah, mereka akan pulang ke keluarganya masing-masing. Sementara aku yang tidak punya siapa-siapa ini, sekarang masih duduk sendirian di parkiran mobil yang sudah lengang, bersama sebotol bir, rokok murah, dan sepotong kue ulang tahunku sendiri yang kubeli dari toko mainan dekat kantor.