Buku ini dirancang dan ditulis untuk menjawab pertanyaan serta keinginan pembaca agar termilikinya sebuah buku yang bisa menjelaskan perekonomian Indonesia secara simpel dan mudah dipahami serta menempatkan contoh kasus sesuai dengan realita di negara Indonesia
Ping merasa telah memiliki segala yang ia butuhkan. Dunianya damai di Pantai Batu Karas, rumahnya yang penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang, seorang sahabat terbaik, serta kakek yang menyanginya. Namun, diam-diam ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita.
Jakarta tidak lagi menjadi penjara. Di ibukota, Ping justru mulai mendapatkan gambaran tentang hidup yang ia inginkan. Ia memiliki sahabat-sahabat baru, impian baru, dan cinta yang baru. Namun, tantangan lebih besar turut menyingsing. Ajang Band Idola Indonesia menuntut Ping bekerja keras, termasuk menciptakan lagu. Band Rapijali yang menjadi sumber kebahagiannya ikut menerbitkan beragam konfliā¦
Delapan tahun lalu. Ping telah berhasil menjadi penyanyi terkenal yang merajai percaturan musik Indonesia. Pada puncak kariernya, bayangan kelam mengintai kesuksesan Ping dan menggerogotinya dari dalam. Di titik terendahnya, Ping Menemukan secercah kehidupan lama yang ia rindukan, termasuk kawan lamanya, Oding Namun, segala sesuatunya tidak lagi sama.
Buku ini hadir di tangan pembaca sebagai upaya bagi para pembaca baik dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan para praktisi di lingkungan perusahaan atau organisasi sebagai tantangan globalisasi yang berefek kepada suatu perekonomian.
Normal People meramu konflik psikologis secara apik bersama segala persoalan tentang kelas, cinta pertama, juga kompleksitas hubungan dalam keluarga dan pertemanan.
Pertunjukan yang baik adalah salah satu bagian terpenting bagi seorang tukang sulap. Kuasailah seluruh panggung, dan hiburlah penonton, buatlah penonton kagum dan terheran heran . Ini bisa kamu lakukan dengan sulap
Buto ijo yang rakus terus mengejar Timun Mas. TImun Mas melemparkan garam ajaib dari kantong terakhirnya. Seketika, terbentanglah Lautan. Raksaksa itu tidak bisa berenang. Ia hampir tenggelam. Timun Mas jadi kasihan kepadanya dan akan menolongnya
Buku ini menceritakan cuplikan cerita Watiek Ideo dan Nindia Maya itu ada bersama sebelesa cerita lain yang bertema keragaman dalam buku.