Buku ini untuk kita yang sedang bergelut dengan berbagai masa lalu yang menyesakkan dan selalu menghantui. Melalui buku ini, kita akan dibimbing untuk berdamai dengan berbagai bentuk masa lalu hingga berdamai dengan berbagai timbunan emosi.
Buku ini tidak hanya membahas tentang cara mengehentikan pikiiran negatif, kamu juga disajikan pembahasan tentang emosi serta cara untuk merasakan dan mengendalikannya. Untuk kamu yang ingin menjadi tuan atas diri sendiri, buku ini menjadi teman bertumbuh yang tepat.
Buku ini akan menjadi teman baik kamu dalam menghadapi patah hati yang kamu rasakan. Kamu akan belajar cara menyembuhkan lukamu secara perlahan, belajar memahami dan mengerti rasa cinta yang sebenarnya, dan belajar untuk lebih memahami dirimu sendiri.
Tidak ada yang memaksamu untuk berlari sekencang - kencangnya. Silakan saja jika memang dirimu mampu melakukannya. Namun ingat, berlari tanpa berhati - hati bisa membuatmu terjatuh lebih sakit karena medan jalannya yang terlalu terjal untuk dihadapi.
Buku ini tidak hanya akan membantumu mengetahui tipe MBTI-mu, tetapi juga memberikan wawasan tentang kekuatan dan tantangan yang datang dengan tipe - tipe kepribadian. Dengan penjelasan yang mudah dipahami dan penuh dengan contoh sehari - hari.
Buku ini mengungkap peran emosi dalam kehidupan, dari pengambilan keputusan hingga hubungan sosial. Dengan pendekatan sederhana dan praktis, pembaca diajak memahami otak emosional, mengelola stress dan amarah, serta meningkatkan kecerdasan sosial untuk mencapai keseimbangan dan kesuksesan hidup.
Buku ini bukan sekedar tentang berpikir positif, tetapi tentang membentuk cara pandang yang membebaskan, menyembuhkan, dan menguatkan jiwa di tengah tekanan hidup.
Buku ini bukan hanya sekedar bacaan, tetapi juga pelukan hangat dan panduan refleksi diri. Temukan kekuatan dalam kesendirian, harapan dalam kekecewaan, dan cinta dalam penerimaan diri.
Setiap anak selalu punya cerita bersama orang tuanya. Ada yang bahagia, tapi ada juga yang penuh dengan luka. Meski terkadang ada banyak kesalahan yang sulit untuk dimaafkan, pada akhirnya kita harus berdamai dengan keadaan.