Harry akan membutuhkan sihir kuat dan teman - teman sejati saat dia menyelidiki rahasia - rahasia tekelam Voldemort, dan Dumbledore mempersiapkannya untuk menghadapi takdir.
Hogwarts akan menjadi tuan rumah Turnamen Triwizard. Hanya para penyihir berusia tujuh belas tahun ke atas yang boleh ikut, namun Harry tetap berkhayal menjadi juara dalam kompetisi itu. Lalu pada Hallowen, ketika Piala Api melalukan seleksi, Harry kaget saat dirinya terpilih. Dia harus melaksanakan tugas - tugas yang menantang maut, menghadapi naga - naga dan para penyihir Hitam.
Masa kegelapan menyelubungi Hogwarts. Setelah Dementor menyerang sepupunya, Dudley, Harry Potter tahu Voldemort akan melakukan segala cara untuk menemukannya. Banyak yang tidak percaya bahwa sang Pangeran Kegelapan telah kembali, tapi Harry tidak sendirian: di Grimmauld Place berkumpul orde rahasia untuk melawan kekuaran gelap.
Katherine V menganggap cowok menjijikan. Katherine X hanya ingin berteman. Katherine XVIII memutuskan Colin lewat email.
Bagaimana menemukan keberanian untuk senantiasa jujur pada diri sendiri, bahkan pada saat kita tak yakin akan diri kita?
The RAD's are free, and Lala is flashing her fangs with pride. But when Daddy Drac prays her a suprise visit, everything goes batty. Mr. D thinks RADs should have their own school, but Lala isn't ready to give up the rights she and her friends have fought so hard for. When she hears about a glamorous contest that awards the winning school mad moola and a chance to star in a national ad campaign…
Fantastic Beasts and Where to Find Them merupakan skenario pertama yang ditulis J.K.Rowling, pengarang seri terkenal Harry Potter. Film ini dibintangi pemenang Academy Award. Kisahnya terjadi lima puluh tahun sebelum cerita Harry Potter dimulai dan memiliki tokoh - tokoh luar biasa, merupakan kisah tentang persahabatan, sihir, dan kekacauan, penuh dengan petualangan.
Di Pulau Taceuni, Fiji, sejumlah orang tanpa sengaja berkumpul. Masing-masing menyimpan luka di hati. John Spooke, seorang penulis Inggris, masih berduka akan kematian istrinya. Frank Andersen, seorang ahli biologi evolusioner dari Norwegia, kehilangan seorang anak dalam sebuah kecelakaan tragis dan berpisah dari istrinya.
Teknologi dan sains, berpadu aksi drama memukau. Dan Brown sekali lagi membuktikan kepiawaiannya dalam merangkai cerita dengan tema tak biasa.